Rasulullah SAW Bertemu Para Nabi

Hadis riwayat Abu Hurairah ra., dia berkata: Nabi saw. bersabda: Ketika aku diisra’kan, aku bertemu dengan Nabi Musa as., ia seorang lelaki yang tinggi kurus dengan rambut berombak, seperti seorang Bani Syanu’ah. Aku juga bertemu dengan Nabi Isa as. ia berperawakan sedang, berkulit merah, seakan-akan baru keluar dari pemandian. Aku bertemu dengan Nabi Ibrahim as. Akulah keturunannya yang paling mirip dengannya. Lalu aku diberi dua bejana, yang satu berisi susu dan yang lain berisi arak. Dikatakan padaku: Ambillah yang engkau suka. Aku mengambil susu dan meminumnya.

Kemudian dikatakan: Engkau diberi petunjuk dengan fitrah atau engkau menepati fitrah. Seandainya engkau mengambil arak, niscaya sesat umatmu.

Wasiat Rasulullah saw Kepada Ali bin Abi Thalib ra (8)

Ya Ali! bacalah surah al-Mulk waktu tidur nIscaya engkau selamat dari azab kubur dan dari pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir.

Ya Ali bacalah surah al-Ikhlas dalam keadaan berwudhu’ niscaya engkau akan diseru pada hari kiamat : Hai pemuji Tuhan, bangkitlah, maka kemudian masuklah ke dalam surga.

Ya Ali! bacalah surah al-Baqarah karena membacanya itu membawa berkah. Dan tidak mau membacanya itu membawa penyesalan.

Kiat-kiat Istimewa Menuju Keluarga Sakinah

Agama Islam telah memberikan petunjuk yang lengkap dan rinci terhadap persoalan pernikahan, mulai dari anjuran menikah, cara memilih pasangan yang ideal, melakukan khitbah (meminang), cara mendidik anak, serta memberikan jalan keluar jika terjadi kemelut dalam rumah tangga, sampai dalam proses nafaqah (memberi nafqah), dan pembagian harta waris, semuanya telah diatur dalam Islam secara terperinci, dan detail. selanjutnya untuk memahami konsep pernikahan dalam islam, maka rujukan yang paling benar dan sah adalah Al-Qur’an dan As-Sunnah yang shahih sesuai dengan pemahaman Salafus Shalih. maka berdasarkan rujukan ini kita akan memperoleh kejelasan tentang aspek-aspek pernikahan, maupun beberapa penyimpangan dan pergeseran nilai pernikahan yang terjadi di dalam masyarakat kita.

Pernikahan adalah fitrah kemanusiaan, maka dari itu Islam menganjurkannya. karena nikah merupakan “Gharizah Insaniyah” (naluri kemanusiaan).

Mengisra’ Mi’rajkan Diri

Bulan Rajab 1434 H mulai kita masuki/jalani sejak beberapa hari yang lalu. Bulan ini mengingatkan kita akan suatu peristiwa besar lagi sangat penting bagi umat Islam yaitu Israk Mikraj Nabi Besar Muhammad saw. Rasulullah saw diperjalankan(israk) dari Masjid al Haram di Makkah menuju Masjid al Aqsa di Yerusalem (Palestina), lalu dilanjutkan dengan perjalanan vertikal (mikraj) dari Qubbah As Sakhrah menuju ke Sidrat al Muntaha (akhir penggapaian). Peristiwa ini, menurut sejarah, terjadi antara 16-12 bulan sebelum Baginda diperintahkan untuk melakukan hijrah ke Yatsrib (Madinah).

Insya Allah kegiatan memperingati Israk Mikraj ini akan selalu diadakan setiap tahun meskipun ada sebagian umat Islam yang menganggapnya tidak perlu, malahan bid’ah.

Nikmatilah Pekerjaan Kita

Sudah terlalu banyak orang yang mengeluh betapa pekerjaan mereka sungguh tak menyenangkan. Tak perlu kita menambah daftar panjang ini.

Memang pekerjaan yang diangankan tidak selalu bisa diraih. Namun menikmati pekerjaan bukan soal apakah kita mengangankan pekerjaan itu atau tidak.

Menikmati adalah bagaimana kita menghargai diri kita sendiri. Semakin kita mampu menghargai bahwa kita bisa mengerjakannya lebih baik, semakin kita penuh menikmati apa yang kita kerjakan.

Pantun

Hitam manggis isinya putih

Kepayang buah kepayang

Hitam manis giginya putih

Siang malam terbayang-bayang

Doa Bulan Rajab

ALLAAHUMMA BAARIKLANAA FII RAJABI WA SYA’BAANA, WA BALLIGHNAA RAMADHAANA; ASTAGHFIRULLAAHULLADZII LAA ILAHU ILLAA HUWAL-HAYYULQAYYUUMU WA ATUUBU ILAIHI.

Ya Allah, berkatilah kami pada Bulan Rajab dan Sya’ban serta sampaikan kami ke bulan Ramadan. Aku bermohon keampunan Allah Yang Mahaagung dan tiada Tuhan melainkan Dia yang hidup dan berdiri sendiri, dan aku bertobat kepada-Nya.

Mortal’s Way

One day four boys approached Nasreddin and gave him a bagful of walnuts. “Nasreddin, we can’t divide these walnuts among us evenly. So would you help us, please?”

Nasreddin asked, “Do you want God’s way of distribution or mortal’s way?” “God’s way” the children answered.

Nasreddin opened the bag and gave two handfuls of walnuts to one child, one handful to the other, only two walnuts to the third child and none to  the fourth. “What kind of distribution is this?” the children baffled.

“Well, this is God’s way,” he answered. “He gives some people a lot, some people a little and nothing to others. If you had asked for mortal’s way I would have given the same amount to everybody.”

Miskin dan Sepi

Seorang pemuda baru saja mewarisi kekayaan orang tuanya. Dia langsung terkenal sebagai orang kaya, dan banyak orang yang menjadi kawannya.

Namun, karena dia tidak cakap mengelola, tidak lama seluruh uangnya habis. Satu per satu kawan-kawannya pun menjauhinya.
Ketika dia benar-benar miskin dan sebatang kara, dia mendatangi Nashruddin. Bahkan pada masa itu pun, kaum wali sudah sering (hanya) dijadikan perantara untuk memohon berkah.

Akhlak Dalam Majelis

Kita patut bersyukur bahwa dalam beberapa tahun terakhir ini cukup banyak majelis-majelis pengajian umat, baik yang khusus untuk muslimah, keluarga, maupun untuk umat Islam umumnya, tanpa mengenal jenis kelamin dan umur. Bentuk dan nama majelisnya pun cukup beragam.

Jika diikuti, sayangnya dalam pengajian masih terlihat peserta yang terkesan tidak tahu atau kurang mengetahui bagaimana adab dalam bermajelis itu, misalnya berbicara dengan suara keras sambil menuding, dan tanpa mengingat waktu. Ada baiknya umat Islam mengetahui, memahami akhlak dalam majelis. Salah satu akhlak tersebut adalah sebagaimana yang dinasihatkan seorang ulama untuk anaknya berikut ini : (Asy-Syekh Muhammad Syakir, Penerbit TERBIT TERANG, Surabaya)

..:: R3YR3 ::..REYRE