Archive for the ‘Khasanah Melayu’ Category

Pantun Nasihat

Jum’at yang penuh berkah Kita membaca doa Akasah. Hendaklah lidahmu selalu basah, Dengan berzikir kepada Allah. Lari pagi memakai sepatu Olah raga tanpa biaya. Orang tidur dalam berwudu Malaikat doakan kebaikan untuknya.

Peribahasa

Habis kapak berganti beliung. Sangat rajin bekerja. Habis kuman disembelih hendak memberi makan gajah. Menyusahkan orang kecil karena hendak menyenangkan orang besar-besar. Habis manis sepah dibuang. Digunakan sewaktu ada perlunya saja, setelah itu ditinggalkan. Habis miang karena bergeser. Sesuatu kesukaran akan hilang apabila sudah menjadi kebiasaan.

Peribahasa

Air diminum terasa duri, nasi dimakan terasa sekam. (Tidur tak lelap, makan tak kenyang). Sangat sedih, sehingga tidak enak makan dan minum. Air keruh, limbat keluar. Negeri yang huru-hara, orang jahat mencari keuntungan. Air orang disauk, ranting orang dipatah, adat orang diturut. (Lama hidup banyak merasa, jauh berjalan banyak dilihat). Hendaklah patuh kepada undang-undang negeri [...]

Pantun Menyambut Ramadhan

Alhamdulillah dapat lagi bertemu, bulan Ramadan bulan yang mulia. Semoga ibadah rukun ke empat-mu, dapat ditunaikan dengan sempurna. Memasak air sampai mendidih, dituangkan segelas tuk membuat kopi. Jangan lupa lakukan salat tarawih, lupakan pula perbuatan yang tidak terpuji. Lampu padam air tak jalan, asap pun mengelabu, kebakaran, dan penyakit terjadi silih berganti. Bertobat, memohon ampunan [...]

Pantun Nasihat

Di samping rumah ada pohon Srikaya, buahnya manis serasa gula. Melakukan korupsi supaya kaya, sesuai hukum, masuk penjara, Ambil bawang dikerat-kerat, digoreng pelengkap soto babat. Orang tidak beriman dengan akhirat, Allah sediakan azab yang berat. Sebelum nafas tersendat-sendat, mungkin ajal sudah mendekat. Marilah kita segera bertobat, banyak ibadah tinggalkan maksiat. Pontianak 13 Juli 2009 (Hj. [...]

Peribahasa

Adat orang mengail, kalau ikan terlepas tentulah besar. Usaha yang besar kalau tidak berhasil, tidaklah mendatangkan malu. Adat penuh ke atas, syarak penuh ke bawah. Adat itu sebutan yang besar, tetapi dapat dilonggarkan, sedangkan hukum Tuhan tidak boleh diubah-ubah dan orang harus mematuhinya. Air di daun keladi (= talas). ( Bagai air di daun keladi [...]

Pantun Pergaulan (2)

Anak itu panjang tangan, ini adalah perbuatan tercela. Kalau suka ganti pasangan, AIDS dapat menyerang kita. Mamang berjualan bakso Malang, dipanggil pembeli lalu berhenti. Gadis keluyuran tak pulang, Orang tua susah mencari.

Peribahasa

Bagai budak menyapu ingus. Mendapat malu dalam sesuatu majelis / pertemuan. Bagai bulan empat belas. Kecantikan wajah seseorang wanita. Bagai bulan penuh mengambang di kaki awan. Perempuan cantik yang keluar dari rumahnya karena hendak berjalan. Bagai buntal kembung. Bodoh dan sombong. Bagai bunyi cempedak jatuh. Bunyi jatuh yang kuat.

Pantun Pergaulan / Aids

Di muka rumah diberi pagar, ditimbun dengan tanah merah. Daripada berganti-ganti pacar, lebih baik cepat menikah. Anak itu panjang tangan, ini adalah perbuatan tercela. Kalau suka ganti pasangan, AIDS dapat menyerang kita. Rakyat Indonesia di mana saja, mari bersama kita berdoa. Hindarkan kami dari Narkoba, karena dapat merusak bangsa Mamang berjualan bakso Malang, dipanggil pembeli [...]

Pantun Narkoba (2)

Hati-hatilah si anak dara, pilih suami jangan asal tampan. Karena pekerjaannya jual narkoba, hidup sengsara tidak berkesudahan. Pagi hari membeli ikan, ikan digulai dengan buah loba. Anak istri jangan diberi makan dari hasil jual narkoba. Sore hari berangkat dengan mobil Mewah, untuk mengantarkan pesanan narkoba. Apa gunanya uang berlimpah, kalau pekerjaan merusak bangsa. Kiriman : [...]