Suatu hari Utbah bin an-Nahhas al-Ajali berpidato: “Bagus sekali apa yang difirmankan Allah dalam KitabNya:”Tidaklah kekal orang yang hidup di atas angan-angan….” Serta merta Hisyam bin al-Kalbi menyanggahnya seraya berkata: “Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Agung tidak pernah berfirman seperti itu. Itu ucapan penyair Ady bin Zaid.” “Subhanallah! Aku kira itu dari Kitab Allah. [...]
Posts Tagged ‘Canda’
TIDAK SULIT JIKA TIDAK INGIN MEMINJAMKAN
October 23rd, 2009
salam Seorang tetangga datang untuk meminjam tali jemuran Nashruddin. “Maaf, aku tengah mengeringkan bubuk gandum di atasnya.” “Tetapi bagaimana engkau bisa mengeringkan bubuk gandum di atas tali jemuran?” “Hal ini tidak sesulit yang Anda kira, jika Anda tidak ingin meminjamkannya.”
Binatang yang Bekerja Itu Besar
September 11th, 2009
salam Suatu ketika, Nashruddin lewat di sebuah gang di kota Qauniyyah. Tiba-tiba, dia melihat sebuah rumah besar nan indah. Karena kagum akan kebesaran dan keindahan bangunannya, Nashruddin memandanginya lama sekali. Seorang pelayan berdiri di hadapan Nashruddin dan berkata, ”Mengapa kamu begitu memperhatikan rumah ini?” Nashruddin menjawab, ”Aku sedang mengagumi bangunan yang besar ini.” Begitu pembantu itu [...]
Menjemur Baju
September 4th, 2009
salam Nashruddin sedang mengembara cukup jauh ketika ia sampai di sebuah kampung yang sangat kekurangan air. Menyambut Nashruddin, beberapa penduduk mengeluh, “Sudah enam bulan tidak turun hujan di tempat ini, ya Mullah. Tanaman-tanaman mati. Air persediaan kami tinggal beberapa kantong lagi. Tolonglah kami. Berdoalah meminta hujan.” Nashruddin mau menolong mereka. Tetapi ia minta dulu seember air. [...]
Jubah Hitam
August 21st, 2009
salam Nashruddin berjalan di jalan raya dengan mengenakan jubah hitam tanda duka. Melihat itu, seseorang bertanya, “Mengapa engkau berpakaian seperti ini, Nashruddin? Apa ada yang meninggal.” “Yah,” kata sang Mullah, “Bisa saja terjadi tanpa kita diberi tahu.”
Nashruddin Memanah
August 14th, 2009
salam Sesekali, Timur Lenk ingin juga mempermalukan Nashruddin. Karena Nashruddin cerdas dan cerdik, ia tidak mau mengambil resiko beradu pikiran. Maka diundangnya Nashruddin ke tengah-tengah prajuritnya. Dunia prajurit, dunia otot dan ketangkasan. “Ayo Nashruddin,” kata Timur Lenk, “Di hadapan para prajuritku, tunjukkanlah kemampuanmu memanah. Panahlah sekali saja. Kalau panahmu dapat mengenai sasaran, hadiah besar menantimu. Tapi [...]
Itik Berkaki Satu
July 17th, 2009
salam Sekali lagi Nashruddin diundang Timur Lenk. Nashruddin ingin membawa buah tangan berupa itik panggang. Sayang sekali, itik itu telah dimakan Nashruddin sebuah kakinya pagi itu. Setelah berpikir-pikir, akhirnya Nashruddin membawa juga itik panggang berkaki satu itu menghadap Timur Lenk. Seperti yang kita harapkan, Timur Lenk bertanya pada Nashruddin, “Mengapa itik panggang ini hanya berkaki satu, [...]
Penyelundup
May 29th, 2009
salam Ada kabar angin bahwa Mullah Nashruddin berprofesi juga sebagai penyelundup. Maka setiap melewati batas wilayah, penjaga gerbang menggeledah jubahnya yang berlapis-lapis dengan teliti. Tetapi tidak ada hal yang mencurigakan yang ditemukan. Untuk mengajar, Mullah Nasrudin memang sering harus melintasi batas wilayah. Suatu malam, salah seorang penjaga mendatangi rumahnya. “Aku tahu, Mullah, engkau penyelundup. Tapi aku [...]
Biarkan Aku Menangis
May 22nd, 2009
salam Istri Nashruddin jatuh sakit. Setiap kali pulang kerja Nashruddin mendatanginya dan menangis di atas kepalanya. Seorang wanita tetangganya bertanya, “ Jangan terlalu gelisah, insya Allah istri Anda akan segera sembuh!” Namun Nashruddin berkata, “Bu, aku ini seorang pekerja. Pagi hari berangkat menuju ke sebuah desa, atau ada pekerjaan lain. Sekarang ini aku tidak mempunyai pekerjaan. [...]
Ambillah Wudumu dan Kembalikan Sandalku
May 22nd, 2009
salam Suatu hari Nashruddin mengambil air wudu di tepi sebuah sungai. Ketika selesai dan hendak mengenakan sepasang sandalnya, tiba-tiba salah satu sandal tersebut hanyut terbawa arus sungai. Nashruddin mengejarnya sambil menyerukan suara lantang. Lalu dia berpaling ke sungai dan berkata pada sungai, “Ambillah (air) wudumu, dan kembalikan sandalku!” Sumber : Abu Ahmad Najieh (Penerjemah), MENERTAWAKAN AKAL [...]


Posted in
Tags: